Banjir Bandang Terjang Sentani, Papua Sabtu Malam

CNNMerdeka — Banjir bandang menimpa Sentani, Papua pada hari Minggu (17/03/19). Tercatat 9 kelurahan menjadi lokasi kejadian banjir bandang ini. Korban terus bertambah, hingga kini tercatat 63 korban atas insiden tersebut dan diperkirakan akan terus bertambah. Jenazah yang telah terindentifikasi berjumlah 17 orang. Proses identifikasi jenazah masih berlangsung dan jenazah akan dipulangkan kembali ke keluarga korban saat data telah diketahui. Korban luka di rawat di beberapa rumah sakit seperti RS Yowari, RS Bhayangkara dan RS Marthen Indey dan puskesmas Sentani. Rumah dan bangunan rusak tercatat hingga 360 dan ribuan warga daerah tersebut telah mengungsi. Mobil pribadi milik warga juga banyak yang terseret arus banjir bandang. Selain itu, tempat ibadah seperti masjid dan gereja juga rusak berat.

Banjir tersebut diduga dipicu oleh rusaknya daerah ekosistem Sentani. Gunung Cycloops telah botak sejak lama. Daerah hutan tersebut ditebang warga daerah sana untuk dijadikan lahan berladang dan sawah. Akibatnya, tidak ada tanah dan pohon untuk resapan air hujan. Tingginya intensitas hujan pada Sabtu (16/03/19) turut ambil bagian dari insiden ini. Air yang deras tidak dapat ditahan oleh gunung Cycloops sehingga meluap ke sungai. Sungai yang tersumbat akibat material dan lumpur pun membawa banjir bandang ke pemukiman. Banjir bandang membawa batu dan kayu yang merusak pemukiman warga.

Banjir Bandang Terjang Sentani, Papua Sabtu Malam

Tidak hanya rumah dan mobil penduduk Sentani yang tersapu, pesawat Twin Otter ikut tersapu dan rusak dalam banjir bandang tersebut. Satu pesawat Twin Otter dan helikopter saat kejadian sedang parkir di lapangan terbang Adventis Doyo. Meskipun begitu, kondisi bandara Sentani tetap dapat melakukan aktivitas penerbangan seperti biasa. Kerusakan diperkirakan akan terus meningkat mengingat pendataan kerugian masih berlangsung hingga sekarang. Beberapa korban ada yang kembali ke lokasi rumahnya untuk mengecek kondisi rumah dan barang-barang yang mungkin masih bisa digunakan.

Sebelumnya, dua belas tahun yang lalu, Sentani juga pernah diterjang banjir bandang. Pemicu dan total kerusakan yang terjadi pun diperkirakan hampir setara. Kejadian tersebut tepatnya pada tahun 2007 dan juga diakibatkan oleh botaknya gunung Cycloops.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *